Mengenal Sejarah Tari Saman dan Karakteristiknya

Tarian adat asal Aceh ini diciptakan oleh seorang ulama pada abad XIV Masehi, yakni Syekh Saman. Tari Saman berasal dari daerah dataran tinggi Gayo, yang secara administratif meliputi daerah kabupaten Aceh Tengah.

Sejarah Tari Saman
Sumber: Gramedia.com

Pada awal perkembangannya, tarian ini dijadikan sebagai media dakwah kepada masyarakat setempat. Kala itu sebelum tarian dipertunjukan, pemuka adat akan melakukan pemberian nasihat untuk para penonton sekaligus para pemainnya sendiri.

Di samping itu, pertunjukan dari tari adat Aceh ini juga begitu kental dengan dakwah dan syair petuah, yang menggunakan bahasa Gayo dan Arab.

Fungsi Tari Saman

Salah satu daya tarik Tari Saman ialah tarian ini memiliki fungsi tersendiri. Oleh sebab itu penarinya harus penuh konsentrasi agar tersampaikan pesan dari tarian tersebut. Adapun fungsi Tari Saman adalah sebagai berikut:

  1. Menjadi media dakwah untuk menyebarkan agama Islam
  2. Menjadi media komunikasi, menyampaikan pesan-pesan moral.
  3. Mencerminkan sopan santun, kekompakan, dan kebersamaan.
  4. Menjadi ajang silaturahmi.

Menurut buku Jurnal Satu Tahun Reviewnesia Menelisik Dunia dari Perspektif Hubungan Internasional (2021: 57-58) Pada awalnya Tari Saman dimainkan oleh belasan bahkan puluhan laki-laki dengan jumlah ganjil.

Jumlahnya mulai dari sebelas, tiga belas, hingga dua puluh satu. Dalam adat masyarakat Gayo, yang memainkan Tari Saman haruslah laki-laki, itu karena terdapat gerakan memukul dada dan paha yang dinilai kurang sopan untuk penari perempuan.

Selanjutnya 'Saman' berasal dari kesenian yang disebut Pok Ane yang artinya menepuk tangan sambil bernyanyi dan berdendang. Berdasarkan sejarah, Tari Saman Gayo dikembangkan oleh seorang tokoh Islam yang bernama Syekh Saman.

Nama tersebutlah yang kemudian melekat menjadi nama kesenian budaya Indonesia. Biasanya kesenian ini akan ditampilkan di acara pesta pernikahan, festival hari kebesaran Islam, dan juga ketika hari raya.

Makna Tari Saman

Tari Saman memiliki kaidah yang sangat prinsipal dan harus dipegang teguh. Salah satu keunikan dari Tari Saman ialah tarian ini tanpa diiringi musik pengiring. Para penarinya melantunkan nyanyian bahasa Gayo secara langsung.

Dari nyanyian Tari Saman yang bersifat Islami, gerakan tari, serta kostum para penarinya memilki makna filosofi yang mencerminkan kekompakan, kebijaksanaan, keperkasaan, keberanian, dan keharmonisan.

Selanjutnya dalam gerak Tari Saman, cara duduk penari layaknya salah satu gerakan sholat yakni duduk diantara dua sujud, melambangkan umat Islam yang melaksanakan sholat. Gerakan tari yang kompak dengan hentakan yang tepat menjadi daya tarik Tari Saman hingga mendunia.

Dengan mengetahui fungsi, sejarah, serta makna Tari Saman, maka akan timbul rasa bangga dan peduli akan kebudayaan Indonesia supaya kesenian tradisional akan terus lestari. 

Properti Tari Saman

Berikut Beberapa Properti Yang Digunakan Tari Saman:

1. Bulung Teleng

Dimulai dari bagian atas, biasanya penari Saman menggunakan semacam penutup kepala berwarna hitam. Itulah yang dinamakan dengan Bulung Teleng atau Tengkuluk. Kain yang biasanya ditambahkan dengan sulaman benang ini dipergunakan untuk menutupi kepala sang penari.

2. Baju dan celana

Umumnya, penari Saman menggunakan baju adat khas Suku Gayo yang dinamakan baju Kerawang.Baju ini berwarna dasar hitam dengan sulaman benang putih, merah dan hijau. Lalu untuk bagian pinggang juga ikut disulam dengan menggunakan kedawek.

Untuk celana, biasanya penari Saman menggunakan celana panjang sampai mata kaki yang berwarna hitam mengkilap. Biasanya dibagian bawah celana juga dilengkapi dengan corak berwarna emas.

3. Sarung 

Sarung ini dipakai diluar celana sembari melilit celana tersebut. Biasanya, motif sarung tersebut menggunakan motif batik Gayo dengan warna yang disesuaikan senada dengan busana sang penari.

4. Stagen

Stagen digunakan untuk mengencangkan baju agar tidak mengendur. Penggunaan stagen juga akan membuat tubuh sang penari jadi terlihat lebih tegas dan sopan. Umumnya stagen yang digunakan berwarna hitam.

5. Sabuk

Sabuk digunakan untuk menutupi stagen yang melingkari pinggang penari. Sabuk juga dipergunakan untuk menghiasi penampilan sang penari.

6.Topong Gelang dan Sapu Tangan

Topong gelang dan sapu tangan digunakan di masing-masing pergelangan tangan sang penari. Biasanya warna akan dipilih senada dengan busana yang sudah dipakai. Namun, berbeda dengan topong gelang, penggunaan saputangan hanyalah properti opsional yang disesuaikan dengan kebutuhan.

Oleh: Arrizky Alfafa Ramadhani

Posting Komentar

Sampaikanlah Komentar dengan baik dan bijak serta relevan
Artikel Populer